Penyediaan Sarana Ibadah yang Memadai dan Suci.

Di RS Mata Achmad Wardi, kami memastikan bahwa setiap pasien, keluarga, dan staf dapat menjalankan ibadahnya dengan nyaman dan khusyuk. Untuk itu, kami menyediakan masjid utama yang proporsional dengan jumlah pengguna, serta mushola di setiap lantai perawatan. Fasilitas ini kami rancang dengan pemisahan yang jelas antara area wudhu dan ruang shalat untuk laki-laki dan perempuan, guna menjaga adab dan menghindari ikhtilath. Ini adalah komitmen kami untuk memakmurkan masjid sebagai pusat ibadah, sesuai dengan Q.S. At-Taubah ayat 18.

Kesucian adalah syarat sahnya ibadah. Oleh karena itu, kami memberikan perhatian khusus pada jaminan kesucian sumber air yang kami gunakan, terutama untuk wudhu dan bersuci. Kami juga memastikan setiap ruang perawatan dilengkapi dengan fasilitas pendukung ibadah, seperti penunjuk arah kiblat yang akurat, serta mukena dan sajadah yang selalu kami jaga kebersihannya melalui sistem laundry syariah. Semua ini kami lakukan agar pasien tidak memiliki halangan untuk tetap menunaikan shalat meskipun dalam kondisi sakit.

Fasilitas yang kami sediakan adalah bagian dari tanggung jawab kami sebagai pemimpin untuk memfasilitasi kebutuhan umat, sebagaimana ditegaskan dalam hadis tentang kepemimpinan. Dengan menyediakan sarana ibadah yang memadai dan suci, kami berharap dapat membantu setiap individu di lingkungan rumah sakit untuk senantiasa menjaga hubungannya dengan Allah SWT.

Pengelolaan Laundry dan Sanitasi Berdasarkan Prinsip Thaharah.

Prinsip thaharah (kesucian) kami terapkan secara menyeluruh hingga ke detail operasional. Di unit laundry, kami tidak hanya mencuci linen hingga bersih, tetapi juga memastikan suci dari najis. Untuk menjamin hal ini, kami telah menerapkan Sistem Jaminan Halal (SJH) untuk layanan laundry yang disertifikasi oleh LPPOM MUI. Proses pencucian memisahkan antara linen infeksius, non-infeksius, dan yang terkena najis berat, dengan alur dan mesin yang berbeda untuk mencegah kontaminasi.

Bahan pembersih (chemical) yang kami gunakan, baik untuk laundry maupun untuk sanitasi lingkungan, juga telah kami pastikan bersertifikat halal. Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk menerapkan Islam secara kaffah (menyeluruh), bahkan pada hal-hal yang sering dianggap sepele. Kami percaya bahwa lingkungan yang suci akan mendukung proses penyembuhan dan memberikan ketenangan bagi pasien.

Tim sanitasi kami juga bekerja berdasarkan prinsip thaharah. Mereka dilatih untuk menggunakan alat pembersih (seperti kain pel) yang berbeda untuk area yang suci (misalnya, ruang shalat) dan area yang berpotensi terkena najis (misalnya, kamar mandi). Dengan demikian, kami dapat memastikan bahwa seluruh lingkungan RS Mata Achmad Wardi terjaga kebersihannya secara fisik dan kesuciannya secara syar’i, sebagai wujud kecintaan Allah kepada orang-orang yang senantiasa membersihkan diri.

Pencegahan Infeksi (PPI) dengan Nilai Islami.

Program Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) di RS Mata Achmad Wardi kami integrasikan dengan nilai-nilai Islam. Kami mengajarkan kepada seluruh staf bahwa prosedur cuci tangan 6 langkah tidak hanya sebuah standar medis, tetapi juga sebuah ibadah yang diawali dengan membaca Basmalah dan diakhiri dengan Hamdalah. Dengan menanamkan niat ini, aktivitas rutin menjadi bernilai pahala dan dilakukan dengan lebih sungguh-sungguh.

Kami juga secara aktif mengedukasi staf, pasien, dan pengunjung bahwa menjaga kebersihan adalah bagian dari iman (An-Nadhofatu minal Iman). Pesan ini kami sampaikan melalui berbagai media di lingkungan rumah sakit untuk membangun kesadaran kolektif akan pentingnya kebersihan. Hal ini sejalan dengan misi thaharah yang selalu ditekankan dalam ajaran Islam dan merupakan wujud dari pelaksanaan syariah secara komprehensif.

Terkait penggunaan hand sanitizer berbasis alkohol, kami memberikan pemahaman kepada staf bahwa penggunaannya diperbolehkan sesuai fatwa MUI, karena tujuannya adalah untuk desinfeksi eksternal (pembersihan), bukan untuk dikonsumsi sehingga tidak termasuk kategori khamr yang diharamkan. Dengan demikian, kami dapat menjalankan standar PPI modern tanpa bertentangan dengan prinsip syariah, memastikan keamanan pasien dan staf terjaga dengan baik.